
AMPANA- Drs. Damsik Ladjalani bersama Jamal Djuraejo S.Sos, Msi (Damsik Beramal) resmi dilantik masing-masing sebagai bupati dan wakil bupati Tojo Una-una masa jabatan 2010-2015, di ruang sidang utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tojo Una-una, hari ini (29/8). Kedua pucuk pimpinan terpilih ini dilantik oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengan HB. Paliudju atas nama presiden Republik Indonesia. Pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan bupati/wakil bupati digelar berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia nomor 131.72-504 Tahun 2010, tertanggal 11 Agustus 2010, tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan bupati Tojo Una-una provinsi Sulawesi Tengah, memutuskan menetapkan mengesahkan pemberhentian dengan hormat Drs. Damsik Ladjalani dari jabatan sebagai Bupati Tojo Una-una, masa jabatan 2005-2010, dan mengesahkan pengangkatan Drs. Damsik Ladjalani sebagai bupati Tojo Una-una masa jabatan 2010-2015. Serta, surat nomor 132.72-505 tahun 2010 tertanggal 11 Agustus 2010 tentang pengesahan pengangkatan wakil bupati Tojo Una-una Provinsi Sulawesi Tengah memutuskan menetapkan mengesahkan pengangkatan Jamal Juraejo,S.Sos,Msi sebagai wakil bupati Tojo Una-una masa jabatan tahun 2010-2015. Selain pejabat provinsi dan Pemda Touna, turut hadir dalam kesempatan itu, sejumlah pejabat Kabupaten/Kota di Wilayah Sulteng.

Dalam pidato pengantarnya pimpinan rapat istimewa DPRD Touna Lucky Lasahido menginformasikan seputar penyelenggaraan Pemilukada di daerah ini. Di Tojo Una-una kata dia, seluruh rangkaian dan mekanisme tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah secara langsung telah menjamin adanya keikutsertaan seluruh masyarakat yang berperan secara aktif dan bebas menggunakan hak pilihnya. Ini menjadi barometer yang sangat menentukan untuk mengatakan bahwa pelaksanaan Pemilukada di Touna, telah berjalan secara demokratis dan secara benar menjamin terselenggaraanya aspirasi masyarakat di daerah ini. Hal tersebut lanjut dia tak lepas dari kerja sama dan kerja keras dan dukungan seluruh komponen masyarakat di Touna. Namun begitu ia mengakui masih terdapat berbagai hambatan dan permasalahan, namun lagi-lagi problem tersebut dapat di minimalisir.


