TOUNA – Polres Tojo Una-Una (Touna) bersama jajaran meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik wilayah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sejak 31 Agustus hingga 1 September 2026.
Kapolres Tojo Una-Una AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Iptu Martono mengatakan, penanganan dilakukan dengan mendatangi lokasi, melakukan pengecekan dan pemantauan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah kebakaran meluas.
“Personel di lapangan langsung melakukan pengecekan lokasi dan bersama-sama melaksanakan upaya pemadaman. Pemantauan juga terus ditingkatkan, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla,” ujar Iptu Martono, Rabu (2/9/2026).
Beberapa titik yang menjadi perhatian berada di RT 08 Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratolindo, wilayah Uemarao Palampa Desa Kasiala dan Desa Borneang, Kecamatan Ulubongka, serta Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete.
Di RT 08 Kelurahan Uemalingku, kebakaran lahan/kebun dilaporkan sekitar pukul 14.00 WITA, Selasa (1/9/2026). Piket Polsek Ampana Kota bersama Bhabinkamtibmas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Pemadaman dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 14.20 WITA, api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dapat dikuasai.
Sementara itu, di Kecamatan Ulubongka, pemantauan melalui sistem LAPAN Fire Hotspot mendeteksi titik panas di wilayah Uemarao Palampa, Desa Kasiala, serta Desa Borneang.
Berdasarkan pengecekan Bhabinkamtibmas, lokasi di Uemarao Palampa Desa Kasiala berada sekitar tujuh kilometer dari permukiman warga dengan kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan. Kobaran api di wilayah tersebut masih memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut hingga benar-benar dinyatakan padam.
Sedangkan titik panas di Desa Borneang berada sekitar dua kilometer dari permukiman masyarakat. Hasil pengecekan terakhir menunjukkan api di wilayah tersebut telah padam.
Penanganan juga dilakukan terhadap kebakaran lahan di bawah lereng Gunung Batu Pongke (Langgasan), Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete. Lokasi tersebut berjarak sekitar delapan kilometer dari Kantor Desa Longge, dengan area yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.
“Untuk lokasi yang berada jauh dari permukiman dan memiliki medan yang sulit, tentunya membutuhkan pemantauan serta penanganan secara berkelanjutan. Karena itu, jajaran kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD dan instansi terkait,” kata Martono.
Kapolres juga telah memerintahkan seluruh Polsek jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki kerawanan karhutla.
Selain penanganan di lapangan, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi dan pencegahan.
Bhabinkamtibmas juga dioptimalkan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya, terutama pada kawasan perkebunan dan hutan yang memiliki vegetasi kering. Pencegahan dan kewaspadaan bersama sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkas Martono.







Komentar