oleh

Pemerintah Touna Sidak Pasar, Upaya Kendalikan Inflasi Jelang Akhir Tahun

-Kabar Ampana-426 Dilihat

Kabar Ampana – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tojo Una-Una melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Rakyat Ampana pada Kamis (17/9/2025). Sidak ini bertujuan untuk memantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar.

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Surya, S.Sos., M.Si., juga menyambangi gudang telur dan toko sembako untuk memastikan tidak ada penimbunan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Surya menyoroti kondisi inflasi di Touna yang dipicu oleh tingginya harga kebutuhan pokok. Ia mengungkapkan bahwa tingginya harga disebabkan oleh pasokan yang mayoritas berasal dari luar daerah.

“Kami datang ke sini karena ada laporan terkait inflasi. Memang, harga-harga di sini agak sedikit tinggi. Salah satu penyebabnya karena bahan kebutuhan pokok seperti telur, cabai, dan bahkan lemon, banyak yang didatangkan dari luar Tojo Una-Una,” jelas Wakil Bupati.

Menurutnya, meski Touna memiliki potensi hasil pertanian dan peternakan sendiri, pasokan tersebut sering kali langsung dijual keluar daerah.

“Kenapa sampai dibawa keluar? Mereka butuh cepat. Akhirnya, orang dari daerah lain yang masuk dan mendistribusikannya ke sini,” tambahnya.

Penyatuan Pasar dan Upaya Stabilisasi Harga

Sidak ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan rencana penataan pasar. Kadis Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop), Muh. Isha Ashar Latimumu, S.H., meminta pedagang untuk bersabar terkait rencana penyatuan pasar.

“Semua fasilitas, terutama terminal, akan kita pindahkan. Pasar Maraju, Pasar Tasorong, dan kami juga sedang mempertimbangkan Pasar Sore, apakah akan dijadikan pasar mingguan,” ujar Kadis Perindagkop. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem distribusi yang lebih teratur dan membantu menstabilkan harga.

Stok Cukup, Harga Relatif Tinggi

Dari hasil pemantauan TPID, ketersediaan stok kebutuhan pokok seperti beras, minyak, cabai, tomat, dan bawang masih cukup. Namun, harga beras masih tergolong tinggi karena sebagian besar pasokan didatangkan dari luar Tojo Una-Una, khususnya dari Makassar.

Menanggapi hal ini, tim juga memberikan imbauan kepada para pedagang dan distributor untuk tidak menaikkan harga secara sepihak yang dapat memberatkan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *