Ampana, Sulteng – Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menorehkan sejarah sebagai daerah pertama yang meluncurkan Komunitas Pemuda Pelajar Pecinta Hak Asasi Manusia (HAM) dalam lingkup kerja tiga provinsi (Sulteng, Sulut, Gorontalo). Pencanangan ini dilangsungkan di Aula Grand Pink Hotel, Ratolindo, Selasa (28/10/2025).
Bupati Touna, Ilham Lawidu, S.H., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam kepada Kepala Kanwil Kemenkumham, Mangatas Nadeak, atas penunjukan Touna sebagai pelopor.
“Ini adalah tonggak sejarah bagi Kabupaten Tojo Una-Una, karena dari tiga provinsi, kitalah yang pertama melaksanakan kegiatan ini,” kata Bupati Ilham, menegaskan pentingnya inisiatif tersebut.
Dihadapan 500 pelajar perwakilan dari SMA/SMK sederajat se-Touna, Bupati Ilham Lawidu menekankan bahwa masa depan daerah terletak di tangan generasi muda.
Beliau mengutip kalimat monumental Presiden Soekarno yang menyatakan keyakinannya bahwa 10 orang pemuda mampu mengguncang dunia, sementara 1.000 orang seusia beliau hanya mampu menggoncangkan Gunung Uhud.

“Yang hadir di tempat ini bukan hanya 10 orang pemuda, tetapi jumlahnya 500 orang. Maka hari ini, di ruangan ini, kita lahirkan sumpah-sumpah pemuda berikutnya,” seru Bupati, menanamkan semangat dan tanggung jawab kepada para pelajar.
Pencanangan komunitas ini diharapkan Bupati dapat membawa dampak nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat. Visi utamanya adalah mencetak agen perubahan yang menjunjung tinggi HAM dan mempraktikkan toleransi.
“Kami berharap tidak ada lagi terdengar di sekolah maupun di luar sekolah, ada siswa-siswi yang mengganggu temannya, apalagi yang mengambil hak temannya,” pesan Bupati.
Bupati juga memperluas definisi HAM, tidak hanya sebatas undang-undang, tetapi juga tercermin dalam nilai-nilai keragaman agama, mengutip prinsip toleransi. “Dalam Al-Quran jelas, Untukmu Agamamu, Dan untukku Agamaku. Itu salah satu Hak Asasi Manusia.”
Komunitas ini diresmikan dengan penandatanganan pakta integritas dan penyerahan piagam. Setelah pencanangan, 500 pelajar tersebut dijadwalkan menerima pembekalan materi HAM dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenkumham sebagai bekal untuk menjadi “bibit-bibit unggul” yang menjunjung nilai kemanusiaan.







Komentar